Busway Masuk Kota Padang

Oleh : AL Miter

Sistem transportasi bus rapid transportation (BRT) atau biasa lebih dikenal dengan busway dinilai cukup sukses menjadi salah satu jawaban untuk mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Dianggap sukses di DKI Jakarta dan beberapa kota lain di pulau Jawa, Kemenhub mulai melirik kota-kota di daerah di luar Jawa.

Sebagaimana diungkap oleh Bambang Supriyadi Ervan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, tahun 2011 ini busway akan diterapkan di 3 kota. Kota-kota tsb adalah Surabaya, Makasar dan Padang, seperti dilansir oleh Kompas.Com.

“BRT ini diharapkan bisa mengantisipasi kemacetan kota-kota di Indonesia pada masa mendatang. Setelah ada di sebuah kota, sistem ini akan terus dikembangkan,” kata Bambang di Jakarta (Kompas.Com)

Dari satu sisi, pengoperasian busway di Jakarta agaknya sudah mulai dirasakan manfaatnya sebagai transportasi massal, paling tidak oleh masyarakat penggunanya. Terutama dari sisi tarif yang relative terjangkau dibanding jarak tempuh, yang bisa transit dari satu koridor ke koridor lain dengan satu tiket. Juga dari sisi waktu yang secara umum lebih cepat ketimbang naik bus regular, meski sekali-sekali masih suka terjadi ‘gangguan’ yang bisa-bisa menyebabkan busway lebih lama dari bus biasa.

Namun keberadaan busway ini bukan tidak meninggalkan masaalah lain. “Pencaplokan” jalur jalan raya yang sudah ada sebagai jalur khusus yang hanya boleh dilewati oleh busway, paling tidak telah mengurangi kapasitas jalan tersebut. Hal ini tentu justru dapat menyebabkan macet yang makin parah diluar jalur busway. Bayangkan jalan yang tadinya 3 jalur saja sudah sering macet, sekarang tinggal 2 jalur sementara jumlah kendaraan cenderung bertambah.

Selain itu, angkutan umum lain yang tadinya melayani rute yang sama, tentu harus dicarikan rute lain atau solusi tertentu jika tidak ingin muncul masaalah baru dengan pengusaha angkutan umum tsb berikut sopir dan keneknya yang terancam sumber penghasilannya.

Pertanyaannya sekarang, apakah kota Padang termasuk kota yang tingkat kemacetannya sudah amat parah sehingga keberadaan busway sudah begitu mendesaknya ?  Apakah jalan raya di Kota Padang sama lebarnya dengan jala raya di Jakarta, yang jika satu jalur digunakan khusus untuk busway dan sisanya masih cukup untuk kendaraan lainnya ?  Apakah rasio perbandingan jumlah penduduk dengan ketersediaan angkutan umum Kota Padang sudah tidak memadai sehingga diperlukan busway sebagai jalan keluar ? Apakah masyarakat Kota Padang sudah merasakan kekurangan dengan angkutan perkotaan yang ada sekarang ?

Jika semua jawabannya “ya”, bolehlah dipertimbangkan. Namun mengingat pengadaan dan pengoperasian busway tsb akan memerlukan biaya yang cukup besar, tentu tetap diperlukan penelitian atau kajian secara akademis / ilmiah sebelum lahir rekomendasi atau indikasi kebutuhan perlunya pembangunan busway di Kota Padang.

Yang pasti, Padang tidaklah sama dengan Jakarta. Permasaalahan transportasi di Jakarta jelas tidak sama dengan masaalah transportasi di Padang. Lantas apa gerangan yang membuat busway yang dianggap jadi solusi transportasi umum di Jakarta juga akan jadi solusi di Padang. Bukan berarti tidak setuju atau anti busway di Kota Padang, namun perlu ada kajian dan penjelasan kepada masyarakat, kenapa Padang dianggap sudah membutuhkan busway. Terus berapa anggaran yang diperlukan, baik untuk membangun infrastruktur maupun pengadaan busnya. Lalu sumber dananya dari mana, apakah dibiayai pemerintah pusat (melalui Kemenhub) atau oleh Pemda Kota Padang, atau sharing ? Atau sepenuhnya diserahkan ke swasta ?

Agaknya terlalu banyak pertanyaan yang harus dijawab sebelum realisasi rencana tsb. Sedangkan pertanyaan yang memerlukan jawaban pembaca sekalian, terutama kepada dunsanak yang berdomisili di Kota Padang, hanya satu,” Setujukah anda pengoperasian busway di Kota Padang mulai 2011 ini ?”

13 Comments

  1. ahmed nobel Reply
  2. Eed Reply
    • It Rustam Reply
  3. Eed Reply
    • AL Miter Reply
      • AL Miter
    • It Rustam Reply
  4. AL Miter Reply
    • It Rustam Reply
      • AL Miter
      • It Rustam
      • It Rustam

Reply