Pada Bahasa Minang Rang Talu, terdapatbeberapapelengkap atau imbuhan pada akhir kata yang khas atau spesifik, dengan kata lain hanya digunakan dan diucapkanserta dimengerti oleh orang Talu dalam berkomunikasi secara lisan/tulisan, dan adakalanya masyarakat minangkabau di daerah lain tidak mengerti dan paham sama sekali. Beberapa imbuhan akhir kata dalam Bahasa Talu dimaksud serta artinya dalam bahasa Indonesia antara lain sebagai berikut :
1)Kata pelengkap atau kata imbuhan akhir “teh” pada akhir kata, bisa bermakna“lah”, atau “kah”dalam Bahasa Indonesia, tetapi hal ini tergantung pemakaiannya dalam sebuah kalimat. Contoh : tuteh = itu lah ;apo teh = apa lah ; apo teh ro= apa kah itu ; dima teh= dimana kah
Montunlah daghipado batele-tele, kito pasingkek caghito baliak :
Sasudah mamboli kacang gogheng barondom, Buyuang Cagua jo Upik Cokua sapokaik poi katopi tang64)ayia di balakang pasa dengan mamondam ghaso masiang-masiang alias Indo palang65) mangecek bagai doh. Sampai ditopi tang ayia ughang du duduak bajuntai66) di aka batang kojai67). sambia makan kacang gogheng baduo. Tibo-tibo kalualah kecek Upik Cokua : Kok nye Wak68) sia cako, kigho’e Cagua, diulang’e baliak cagua-cagua je69) nyo’e agak tagolak-golak70) sobuak, takilia juo lai kaki du ?.
Membaca artikel kanda Dasriel yg bertajuk PELUANG USAHA DAN KEBUTUHAN MODAL, perkenankan kami coba menanggapi sebahagian saja. Inysa Allah ada manfaat. Bahasannya menarik sekali dan saya coba merespon langsung pada wacana bantuan (atau pinjaman) modal usaha bagi dunsanak di kampung halaman, dalam hal ini Kec. Talamau (Talu – Sinurut – Kajai). Sebut saja sementara ini sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat.
Setuju dengan apa yg disampaikan Kanda Dasril pada bagian akhir tulisannya, khususnya tentang kata selektif & ketentuan. Kami jadi tertarik untuk membahas lebih lanjut hal-hal yg berhubungan dengan kedua kata tsb. dalam kaitan dengan adanya wacana utama yaitu menyalurkan bantuan/pinjaman modal usaha bagi masyarakat Talamau.
Tertarik dengan wacana yang disampaikan oleh dunsanak kita Wen Tuak Bosa pada topik Re:Bahaso Tolu Day’s 3/4/08 di milis YRT terkait dengan peluang serta keinginan Batanam Lado – masyarakat kita di Talu namun terkendala Modal. Sebagaimana kita ketahui saat ini harga lado (cabe) dipasaran berada pada kisaran Rp. 20.000 / Kg dan cendrung mengalami kenaikan setiap minggunya..
…..”Wacana untuk memberi bantuan modal kepada masyarakat petani kita di Kampung tentunya memerlukan kehati-hatian dengan pertimbangan prospek dan untung ruginya”.
Komuditas pertanian yang pangsa pasarnya bersifat lokal (bukan eksport) dan merupakan kebutuhan masyarakat sehari-hari seperti halnya cabe, bawang dan jenis sayuran lainnya tingkat harganya (nilai jual) selalu fluktuatif atau tidak stabil, lain halnya dengan komuditas eksport seperti jagung, nilam, sawit dll.
Talu (YRT). Jika pada Februari sebelumnya diserahkan oleh perwakilan IKT Jakarta di Talu, Alhamdulillah pada bulan Maret yang lalu Bantuan Beasiswa Pendidikan GOTA IKTJ diserahkan langsung oleh Koordinator GOTA IKT Jakarta, Bp Ir Reswandri Rustam MSc di SMA N 1 Talamau, Talu. Sebagaimana telah dilansir sebelumnya, pada periode Februari~Juni 2008 ini terdapat 16 orang Siswa SMA 1 Talu yang memperoleh beasiswa dimaksud setiap bulannya. Acara penyerahan bantuan beasiswa tsb disatukan dalam Upacara Bendera Senin pagi, 24 Maret 2008. Turut hadir pada acara ini Koordinator Relawan Perwakilan IKTJ di Talu, Bp Saptariadi M mendampingi Bp Ir Reswandri Rustam, MSc.
Melanjutkan dan mengulas beberapa tanggapan dari dunsanak sado’e terkait “Koma ka Batenggang” di Milis YRT : sangatlah tepat apa yang dikemukakan oleh dunsanak kito Reswandri (Wen tuak Bosa) bahwa untuk mengurangi beban kesulitan ekonomi serta kondisi sosial saudara-saudara kita yang ada di Talu akibat terjadinya gagal panen (sawah dimakan moncik) serta kondisi alam yang tidak mendukung, solusinya adalah …… urang rantau jadi tumpuan harapan”
Apo nan tacagua? :Kawan nan lain abih36) mancoliak37) kalapangan,kigho’e38) dek cako39) yuang Kotam talampau ka-ateh manyentak-an sewa’emako tacagua sobuak jaga40)kawan du41), bulek jo nampak’e. Walaupun ndo joleh bona, tapi satiok42) Kotammandapek bal apolagi dokek43) tunggak-gol44) lawan, mako panonton toghuih45) manyoghak-an“cagua – cagua”.
Aghi ujan main bal lanjuik toghuih panonton batambah heboh “cagua-cagua” dek tembakanyuang Kotam masuak gol lawan, skor samantagho jadi tigo duo (3-2).
Untuk semua sanak rang talu yang ingin memuat artikel atau pun ikut menjadi bagian dari pengurus website rang talu silahkan kirimkan email ke
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
kami tunggu juga sumbang saran nya.