| Written by Bustamam Ismail, on 20-11-2009 11:35 |
| Views |
40  |
|
Letak Mekah - Ibrahim dan Ismail - Kisah penyembelihan dan penebusan - Zamzam - Perkawinan Ismail dengan Jurhum - Pembangunan Ka'bah - Mekah di bawah Jurhum - Qushay dan anak-anaknya - Mekah di tangan Qushay - Hasyim dan Abdul Muttalib - Tugas-tugas duniawi dan agama di Mekah - Berhaji ke Mekah - Kisah Abraha dan gajah - Abdullah bin Abdul Muttalib - Kisah penebusannya. DI TENGAH-TENGAH jalan kafilah yang berhadapan dengan Laut Merah - antara Yaman dan Palestina - membentang bukit-bukit barisan sejauh kira-kira delapanpuluh kilometer dari pantai. Bukit-bukit ini mengelilingi sebuah lembah yang tidak begitu luas, yang hampir-hampir terkepung samasekali oleh bukit-bukit itu kalau tidak dibuka oleh tiga buah jalan: pertama jalan menuju ke Yaman, yang kedua jalan dekat Laut Merah di pelabuhan Jedah, yang ketiga jalan yang menuju ke Palestina. Dalam lembah yang terkepung oleh bukit-bukit itulah terletak Mekah. Untuk mengetahui sejarah dibangunnya kota ini sungguh sukar sekali. Mungkin sekali ia bertolak ke masa ribuan tahun yang lalu. Yang pasti, lembah itu digunakan sebagai tempat perhentian kafilah sambil beristirahat, karena di tempat itu terdapat sumber mata air. Dengan demikian rornbongan kafilah itu membentangkan kemah-kemah mereka, baik yang datang dari jurusan Yaman menuju Palestina atau yang datang dari Palestina menuju Yaman. Mungkin sekali Ismail anak Ibrahim itu orang pertama yang menjadikannya sebagai tempat tinggal, yang sebelum itu hanya dijadikan tempat kafilah lalu saja dan tempat perdagangan secara tukar-menukar antara yang datang dari arah selatan jazirah dengan yang bertolak dari arah utara.
|