Skip to content
Anda Ada di Sini: Home arrow Ekonomi arrow PELUANG USAHA DAN KEBUTUHAN MODAL
PELUANG USAHA DAN KEBUTUHAN MODAL PDF E-mail
 
Written by Contributor, on 03-04-2008 19:06
Views 495    

ImageTertarik dengan wacana yang disampaikan oleh dunsanak kita Wen Tuak Bosa pada topik Re:Bahaso Tolu Day’s 3/4/08 di milis YRT terkait dengan peluang serta keinginan Batanam Lado – masyarakat kita di Talu namun terkendala Modal. Sebagaimana kita ketahui saat ini harga lado (cabe) dipasaran berada pada kisaran Rp. 20.000 / Kg dan cendrung mengalami kenaikan setiap minggunya..

…..”Wacana untuk memberi bantuan modal kepada masyarakat petani kita di Kampung tentunya memerlukan kehati-hatian dengan pertimbangan prospek dan untung ruginya”.

Komuditas pertanian yang pangsa pasarnya bersifat lokal (bukan eksport) dan merupakan kebutuhan masyarakat sehari-hari seperti halnya cabe, bawang dan jenis sayuran lainnya tingkat harganya (nilai jual) selalu fluktuatif atau tidak stabil, lain halnya dengan komuditas eksport seperti jagung, nilam, sawit dll.

Pada sa’at ketersediaan komuditas lokal tersebut jumlahnya terbatas dipasaran maka harganya menjadi mahal dan cendrung meningkat terus, namun apabila produksinya melimpah maka harga jualnya menurun dratis (murah) karena jenis komuditi tersebut tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama, selain itu juga dipengaruhi oleh jumlah permintaan atau pembelinya (konsumen) selalu konstans tidak bertambah kecuali pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang Lebaran/Hari Raya.   

 Ada suatu kebiasaan para petani apabila suatu komuditi tertentu harganya mahal dipasaran, maka para petani secara serentak berlomba-lomba untuk bertanam atau memproduksi komuditas sejenis (cabe dan jenis sayuran lainnya), akibatnya pada sa’at petani panen pada waktu yang hampir bersamaan, maka jumlah produksinya menjadi melimpah dan dipastikan harga jualnya menjadi murah bahkan tidak berharga sama sekali. Ujung-ujungnya para petani menjadi rugi karena harga jual tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah di-investasikan, masih untung kalau bisa menutupi modal alias pulang pokok..  

Kembali kepada wacana untuk memberikan bantuan modal batanam lado, secara selektif  (2-3 orang) mungkin saja dapat kita realisasikan baik melalui dana organisasi maupun perorangan dengan bantuan modal sekitar Rp. 2 juta untuk pembelian bibit serta biaya produksi lainnya (tenaga kerja, pupuk dll.) sampai waktu panen  ± 4 (empat) bulan. Diperkirakan apabila tidak mengalami hambatan akibat cuaca maupun hama, maka dengan modal Rp. 2 juta tersebut akan  dapat menghasilkan  antara 100 - 250 Kg Cabe  dan apabila diuangkan/dijual dengan harga Rp. 20 ribu/Kg, maka akan diperoleh hasil antara Rp. 4 juta – Rp. 5 juta. Cukup menjanjikan, dimana petani akan memperoleh keuntungan pada kisaran  ±  Rp. 2,5  juta. Dari hasil keuntungan  menanam cabe tersebut tentunya akan dapat mengatasi atau menopang kebutuhan biaya hidup keluarga petani bersangkutan.

Barangkali yang perlu diperhatikan oleh petani adalah pengaturan jarak tanam semisal penanaman dilakukan selang waktu  ± 1 (satu) bulan, hal ini tiada lain untuk men-siasati berlimpahnya hasil panen dipasaran pada waktu bersamaan yang akan berakibat tidak stabilnya nilai jual sebagaimana yang dikhawatirkan pada awal tulisan ini.

PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN LOKAL

ImageSelain memberikan bantuan modal untuk bertanam cabe, sebetulnya ada komoditas lain yang sangat potensial di daerah kita (Talu & Sinurut) untuk dikembangkan yaitu budidaya Ikan Tawar. Prospek pemasaran ikan tawar ini cukup bagus, selain memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, juga dapat dipasarkan pada pasar tradisional sekitarnya (Padang Tujuh, Simpang Empat, Kinali dan Sasak) bahkan tidak tertutup kemungkinan ke kota lainnya seperti Pariaman dan Padang.

Peluang lain yang dapat dikembangkan di daerah kita adalah hasil kerajinan seperti Sapu Ijuk dan kerajinan rotan (keranjang rotan, kursi rotan  dan Anyaman Rotan lainnya) yang ketersediaan bahan bakunya cukup berlimpah. Kemudiaan juga ada industri Rumah Tangga seperti Gula Aren dan Kopi Bubuk yang terkenal dengan sebutan Kopi Talu di daerah Pasaman selama ini.

Kendala pengembangan produk lokal tersebut dalam jumlah besar adalah modal kerja, disamping itu juga perlu sentuhan aspek lainnya baik dari segi kualitas produk maupun  kemasan untuk kopi bubuk dan Gula Aren. Untuk kerajinan rotan juga diperlukan adanya diversifikasi (pengembangan jenis produk) serta sentuhan teknologi sederhana dalam proses pengolahan sebagai alat produksi, karena kita tahu dan pernah melihat bahwa begitu banyak variasi produk berbahan baku rotan yang dijual diberbagai toko swalayan dan gerai-gerai souvenir kerajinan dengan harga yang cukup mahal.

Disamping pengembangan hasil kerajian dan industri rumah tangga yang diuraikan di atas, terdapat pula komuditas pertanian yang potensial dikembangkan di daerah Talu khususnya di Kecamatan Talamau yaitu buah-buahan antara lain buah Manggis dan Jambu Bol (jambu jambak), yang  untuk Jakarta dan kota-kota besar lainnya harganya cukup mahal. Untuk ini, barangkali kita hanya perlu menghimbau masyarakat dikampung membudidayakan tanaman buah tersebut termasuk juga budidaya buah durian.

Terakhir, apabila ada kesepakatan Pengurus IKT-J  untuk memberikan bantuan modal usaha bagi dunsanak kita yang ada dikampung nun, tentunya perlu dilakukan secara selektif berikut adanya ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon penerima bantuan. Mungkin dalam hal ini perlu ditunjuk Koordinator Bantuan Modal Usaha oleh pengurus. Kemudian agar batuan modal tersebut dapat berkelanjutan serta dapat pula dimanfaatkan / digulirkan kepada dunsanak kita lainnya yang membutuhkan, kiranya bisa dibuat dalam bentuk atau sistem Dana Bergulir dengan kata lain bantuan tersebut tidak bersifat hibah tetapi merupakan hutang yang harus dibayar/dikembalikan kepada pemberi modal. Dalam pengelolaan maupun penyalurannya pengurus dapat bekerjasama dengan Koperasi yang ada disekitar calon penerima atau diserahkan langsung oleh perwakilan IKT-J sebagaimana halnya penyaluran bantuan dana pendidikan (GOTA).   

Demikian sekelumit pemikiran tentang wacana memberikan bantuan modal batanam lado serta bantuan modal untuk pengembangan produk unggulan komoditas lokal lainnya yang dapat ditingkatkan produksinya dari kampung halaman kita Talu tercinta.

Dasril Alies

Quote this article in website Cetak Artikel Terkait

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2009 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Advertisement
Muharram
11

Kamis
1430 HIJRIAH