Dasar-dasar dan Pedoman Berbahasa Minang – Talu

( Penulis : Dasril Alies )

Untuk lebih memahami dan mengerti serta mampu mamahami Bahasa Minang Rang Talu yang selanjutnya kita sebut saja “Bahaso Tolu” (lisan maupun tulisan) secara baik dan benar. Kiranya perlu terlebih dahulu kita mengetahui hal-hal yang sangat erat kaitannya dalam berbahasa Talu, antara lain :

1) Terjadinya perubahan pengucapan huruf (konsonan & vocal) dari kata-kata pada Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Talu maupun bhs Minang pada umumnya.

2) Terdapat beberapa istilah, ungkapan, akhiran kata-kata pada bahasa Talu yang hanya digunakan/diucapkan serta dimengerti sesama orang Talu.

Bahaso Tolu (Bhs. Minang Rang Talu), secara umum tidaklah jauh berbeda dengan bahasa Minang sebagaimana halnya dengan bahasa daerah lain di alam Minangkabau seperti yang berlaku di Padang, Pariaman, Solok, Payakumbuh, Bukit Tinggi dll. Adapun perbedaannya hanyalah pada cara pengucapan/penuturan atau istilah lainnya hanya berbeda dalam logat, dialek serta langgam bahasanya saja.

Dunsanak (Bapak/Ibu/Saudara/i,Kakak/Adik,Ninik/amak serta Anak/Cucu/Kemenakan) yang lahir dan besar diperantauan serta belum paham dan mengerti dengan Bahaso Tolu, maka sangatlah penting dan perlu untuk mengetahui dan memahami hal-hal mendasar terlebih dahulu dalam berbahasa Talu. Adapun dasar-dasar yang dapat dijadikan pedoman, rujukan maupun kata kunci dimaksud, antara lain adalah :

PERUBAHAN UCAPAN / LAFAS & PENGHILANGAN HURUF TERTENTU

(Bahasa Indonesia ke Bahasa Rang Talu)

1. Perubahan mengucapkan huruf A (a) menjadi O (o) pada huruf awal kata dalam bhs Minang ke bhs Talu (perubahan tidak terjadi untuk semua kata), biasanya huruf a tsb dalam bhs Minang berasal dari perubahan huruf E (e) pada Bahasa IIndonesia menjadi huruf A (a) dalam bhs Minang.

Contoh kata-kata

BAHASA MINANG

Berubah menjadi

BAHASA TALU

BAHASA INDONESIA

kalam ; lapek ; pacah

basa ; lamang : batu

kolam ; lopek ; pocah

bosa ; lomang ; batu

kelam ; lepat ; pecah

besar ; lemang ; batu

2. Perubahan mengucapkan huruf R ( r ) menjadi gh (bhs Talu) hanya berlaku untuk pemakaian huruf r yang dikikuti dengan huruf vocal ( a, i, u, e, o ) seperti ; ra, ri, ru, re & ro ) berubah menjadi : gha, ghi, ghu, ghe & gho.

Contoh kata-kata

BAHASA MINANG

BERUBAH MENJADI

BAHASA TALU

BAHASA INDONESIA

rancak; rantau ; murah ;

rintiak ; parik ; sarif

runtuah; rusak ; paruik

rela ; rendo ; bareh

roda ; karoteh ; niro

ghancak ; ghantau ; mughah

ghintiak ; ghintiak ; soghih

ghuntuah ; ghusak ; poghuik

ghela ; baghendo ; bogheh

ghoda ; kaghoteh ; nigho

rancak; rantau ; murah ;

rintik ; parit ; sarif

runtuh; rusak ; perut

rela ; renda ; beras

roda ; kertas ; nira

3. Perubahan huruf R ( r ) pada akhir kata Bhs Indonesia yang diawali dengan huruf ir dan ur /or, berubah menjadi ia dan ua pada Bahasa Talu dan bhs. Minang

Contoh kata-kata

BAHASA MINANG

BERUBAH MENJADI

BAHASA TALU

BAHASA INDONESIA

pasia, bibia ; usia ; kincia

hancua ; kabua ; kantua

pasia, bibia ; usia ; kincia

hancua ; kabua ; kantua

pasir ; bibir ; usir ; kincir

hancur ; kabur ; kantor

4. Penghilangan huruf R ( r ), akhir kata r dalam Bahasa Indonesia menjadi hilang pada Bahasa Talu dan bhs. Minang

Contoh kata-kata

BAHASA MINANG

BERUBAH MENJADI

BAHASA TALU

BAHASA INDONESIA

pasa ; leba ; tawa ; koba

hancua ; kabua ; kantua

pasa ; leba ; tawa ; koba

hancua ; kabua ; kantua

pasar : lebar; tawar ; kabar

hancur ; kabur ; kantor

5. Penghilangan suku kata na dan pa dalam bahasa Talu/ Minang dari suku kata akhir pertanyaan Bahasa Indonesia ( biasanya yang terdiri dari 3 suku kata )

Contoh kata-kata

BAHASA MINANG

BERUBAH MENJADI

BAHASA TALU

BAHASA INDONESIA

kama ; dima ; bara

sia ; aa

kama ; dima ; bogha

sia ; aa

kemana ; dimana : berapa

siapa ; apa

6. Perubahan huruf T (t) pada akhir kata Bhs. Indonesia menjadi K (k) serta at menjadi ek / aik dan ut menjadi uik, dalam Bahasa Talu / Minang

Contoh kata-kata

BAHASA MINANG

BERUBAH MENJADI

pan>

BAHASA TALU

BAHASA INDONESIA

pikek ; barek ; tapek

sifaik ; sunaik ; baraik

patuik ; suduik ; sabuik

pikek ; boghek ; topek

sifaik ; sunaik ; baghaik

patuik ; suduik ; sobuik

pikat ; berat ; tepat

sifat ; sunat ; barat

patut ; sudut ; sebut

7. Perubahan huruf S, s ( as ) pada akhir kata menjadi H, h ( eh )

Contoh kata-kata

BAHASA MINANG

BERUBAH MENJADI

BAHASA TALU

BAHASA INDONESIA

Paneh ; bareh ; laweh galeh ; pueh ; ameh

Paneh ; bogheh ; laweh galeh ; pueh ; omeh

Panas ; beras ; luas Gelas ; puas ; emas

8.

Penghilangan huruf H ( h) dan huruf N ( n ) pada awal kata-kata tertentu dalam Bahasa Talu, atau sering tidak diucapkan / dilafaskan dalam pengucapannya

Contoh

KATA-KATA

Pengucapan dalam

BAHASA TALU

BAHASA INDONESIA

hombuih

halang

hetong ; heboh

hiduang ; hisok

hancua ; handuak

ombuih

– alang

– etong ; – eboh

– iduang ; – isok

– ancua ; – anduak

hembus = tiup

halang = aral

hitung ; heboh

hidung ; hisap

hancur ; handuk

noneh

niniak

nontun

nonik

oneh

iniak / inyiak

– ontun

– onik

nenas

kakek = opa

begitu = yang itu

berputar dengan sempurna / cepat

9. Perubahan ubahan pengucapan awalan kata, seperti : (ber, ter, ke, me, se) pada Bahasa Indonesia berubah menjadi ( ba, ta, ka, ma, sa ) dalam bahasa Talu dan Bahasa Minang pada umumnya, sebagaimana contoh berikut :

JENIS Awalan

BAHASA INDONESIA

Pengucapan Awalan dalam

BAHASA TALU

ber

ter

ke

me

se

bersama ; berjalan ; bersorak terpaksa ; terlupa ; tercepat

kemudi ; kelompok ; ke pasar

menulis ; melompat ; menjahit

serupa ; selamat ; sepuluh

basamo ; bajalan ; basoghak tapaso ; talupa ; tacopek

kamudi ; kalompok ; ka pasa

manulih ; malumpek ; manjahik

saghupo ; salamaik ; sapuluah

10. Penyederhanaan atau menyingkatkan (penggalan) pengucapan kata bona (benar) menjadi na saja dan kata pulo ( pula ) menjadi lo saja dalam Bahasa Talu, sebagaimana contoh berikut :

Kalimat lengkap

Disingkat menjadi

Bahasa Indonesia

sonang pulo ; bona pulo

monga pulo ; dapek pulo

sonang lo ; bona lo

monga lo ; dapek lo

senang pula ; benar pula

mengapa pula ; dapat pula

copek bona ; satuju bona

lamo bona ; lungga bona

copek na ; satuju na

lamo na ; lungga na

cepat benar ; setuju benar

Lama benar ; longgar benar

One Response

  1. T. Bustamam Reply

Reply