Gempa Sumbar : Talu A.M.A.N.

Padang, Ranah Minang tacinto kembali berduka. Bumi Minangkabau berkabung setelah diguncang oleh gempa berkekuatan 7.6SR pada Rabu (30/9), pukul 17.16 WIB. Gempat yang berpusat di perairan Pariaman pada kedalaman sekitar 71 km, l.k 57 km dari Kota Padang (Kompas, 3/10/09), hampir dirasakan guncangannya di sebagian besar kabupaten di Sumatera Barat. Selain Padang dan Padang Pariaman, kabupaten lain yang mengalami kerusakan dan korban jiwa adalah Kab. Agam dan Kab. Pasaman Barat. Seperti diberitakan oleh beberapa media, gempa tsb juga dirasakan di Medan, Pk. Baru, Palembang bahkan di Singapore dan Malaysia. {mosimage} {popin}

Kota Padang luluh lantak, Padang Pariaman porak poranda. Ratusan orang dinyatakan meninggal dunia, ratusan lainnya dilaporkan hilang, bahkan diduga ribuan orang terjebak di reruntuhan bangunan. Ribuan orang mengalami luka-luka (berat/ringan), belasan ribu bangunan diberitakan rubuh atau rusak berat dan ribuan lainnya rusak sedang/ringan. Keadaan makin mencekam ketika malam menjelang, karena tak satupun sumber listrik yang menyala, Padang gelap gulita dan disusul hujan lebat.

Talu A.M.A.N.

Situasi di perburuk oleh lumpuhnya sistem telekomunikasi dari dan ke Sumbar pasca gempa. Semua jaringan jasa telephone (fixed line/selular) tak dapat digunakan. Semua warga Minang di perantauan mengaku mengeluh, was-was dan khawatir karena tak dapat menghubungi sanak saudaranya di kampung halaman. Sekitar pukul 17.15 Rabu itu, sdr Zon (seorang perantau asal Talu, Talamau) di Jakarta, sedang berbincang dengan ibunya yang terbaring di RS Yarsi Sp. Empat, Pasaman Barat. “Tiba-tiba hubungan telephone terputus, dan ngga bisa dihubungin lagi. Saya coba terus tetap ngga bisa, bingung juga. Sesaat kemudian saya baru tahu ternyata ada gempa di sana,” demikian ugkap Zon pada [yrt.net].

Situasi tanpa komunikasi ini berlangsung cukup lama. [yrt.net] baru dapat menghubungi sebuah nomor selular di Sp. Empat sekitar jam 22:15 malamnya. Dan saat itu, belum ada yang dapat mengabarkan status Talu. Di Sp. Empat sendiri sementara itu dikabarkan terdapat beberapa rumah rusak ringan. Namun sudah ada kabar bahwa Sasak mengalamai kerusakan parah dan banyak rumah yang rubuh atau rusak berat. Sekitar pukul 02.10, Kamis dini hari, [yrt.net] menerima SMS dari seseorang di Jakarta yang mengaku mendapat kabar dari Talu, dan menyatakan Talu “aman”. Namun no. hp sumber tsb kembali tidak bisa dihubungi.

Usaha [yrt.net] menghubungi Talu baru membuahkan hasil pada Kamis sore (1/10) jam 17.35. Miscall yg diterima dari no 0819… langsung berdering ketika dihubungin balik. Sumber tsb mengatakan baru satu jaringan itu yg dapat digunakan, sementara pulsa yg tersedia di outlet-oulet seluruh Talu langsung habis, baik elektrik maupun voucher. “Jadi kami harus menghemat pulsa, demikian juga penggunaan battery karena listrik masih mati,” demikian tutur sdr Edi, pemilik no “dadakan” tsb.

Selanjutnya ia minta disampaikan kepada seluruh perantau Talu dan Talamau umumnya, bahwa di Talu dan sekitar tidak ada kejadian dan kerusakan yang diakibatkan gempa ini. “Guncangan memang terasa cukup kuat sekali, namun Alhamdulillah, sepanjang pantauan kami sampai saat ini tidak ada kejadian dan kerusakan di Talu dan sekitarnya. Syukur Alhamdulillah kami aman-aman saja,” demikian Edi. Alhamdulillah, Talu A.M.A.N.
[yrt.net]

Reply