Hari Merdeka di Jorong Merdeka

Kiriman Eddy.M

Talu[yrt.net ] 17 Agustus adalaha tgl yg paling bersejarah bagi bangsa ini, yg mana pada tgl tsb 63 tahun y.l Bangsa Indonesia (bersama Proklamatornya Soekarno-Hatta) menyatakan lepas dari cengkeraman para penjajah. Sejak berabad-abad lamanya, bangsa ini secara bergantian dijajah oleh bangsa-bangsa yg tidak kenal perikemanusiaan ketika itu. Lepas dari mulut harimau disergap oleh mulut buaya. Puas sang buaya dicabik-cabik oleh serigala…, berabad-abad lamanya. Namun dengan penuh keyakinan dan pecaya diri yg tinggi, serta didorong oleh semangat kemerdekaan yg berkobar-kobar dari hembusan nafas dan denyut nadi  seluruh penjuru negeri, pada tgl tsb, 17 Agutus 1945, bangsa ini menyorakkan kepada dunia hari kebebasannya. Mulai hari itu, tgl itu, jam itu, menit dan detik itu bangsa Indonesia lepas dari kerasnya cengkeraman imprealis, bebas dari belenggu kolonial, lepas dari segala siksa dan paksa, bebas dan lepas untuk teriak ‘merdeka…’, M E R D E K A…! !’.

17 Agustus, siapa warga bangsa ini yg tidak tahu sesuatu dengan tgl tsb, generasi mana di negeri ini yg tidak mengerti apa-apa dengan tgl itu ? Bahkan seorang pesuruh lepas suatu instansi yg mengabdi di kaki gunungpun memaku kuat-kuat dalam ingatannya, paling tidak yg ia ketahui pad tgl tsb kalender berawarna merah. Lebih daripada itu, hampir diseluruh belahan bumi Indonesia seluruh anak bangsa bergembira ria menyambut setiap datangnya 17 Agustus, yg populer dengan sebutan tujuhbelasan (17-an). Berbagai kegiatan dan kreatifitas bermunculan untuk mengapresiasikan kegembiraan hari merdeka, seolah-olah semuanya ikut “merasakan” apa yg dirasakan oleh orang-orang yg mengalami peristiwa 63 thn lalu itu.

Ya, Proklamasi memang sudah 63 thn berlalu, tetapi api semangat pekik merdeka harus tetap hidup dan menyala disetiap hembusan nafas generasi penerus bangsa hingga sekarang ini, bahkan terus selamanya, sepanjang masa. Barangkali semangat inilah yg diusung oleh anak muda remaja Karang Taruna Jorong Merdeka, Pasar Usang Talu. Seperti halnya diberbagai tempat, Karang Taruna Jorong Merdekapun menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-63 kemaren. Berbagai pertandingan, perlombaan dan permainan menyemarakkan peringatan hari merdeka tsb. Anak-anak, remaja, orang dewasa, bpk-bpk dan ibu-ibu semuanya ikut terlibat memeriahkan.

Adapun jenis lomba/pertandingan yg diadakan cukup beragam, meliputi bidang olah raga, kesenian dan agama. Yg tergolong kegiatan baru adalah Lomba Pildacil (Pemilihan Da’i Cilik). Juga ada Lomba Adzan untuk anak-anak. Untuk dewasa ada sepak takraw. Selain itu ada pula permainan-permainan khas 17-an sejak dulu yg sifatnya sekedar lucu-lucuan dan saling bergembira. Seperti pacu ‘tangkelek’ panjang, gigit coin ‘balumang luluak’, joget balon, tusuk balon, pacu goni dsb. Tidak ketinggalan icon 17-an di tanah air yaitu panjat pinang. Lengkap sudah untuk memutar kembali suasana perayaan-perayaan hari merdeka pasca Proklamasi 1945. Memang itulah salah satu essensi dari perayaan demi perayaan HUT Kemerdekaan RI. Melalui perayaan-perayaan tsb, diharapkan dapat mentransfer nilai-nilai perjuangan kemerdekaan serta arti sebuah kemerdekaan itu sendiri, dari generasi ke generasi.

Berpusat di Mesjid

Dan yg lebih berkesan pada kegiatan 17-an kali ini adalah meneruskan tradisi masyarakat Minang yg sejak dahulu sering memusatkan kegiatan kemasyarakatan di lingkungan mesid. Hampir semua kegiatan perayaan 17-an di Jorong Merdeka ini dilaksanakan di Mesjid dan halaman Mesjid At Taqwa Kp Mandahiling, Ps Usang. Semoga tradisi ini dapat terus ditingkatkan dan dilestarikan dari generasi ke generasi, sejalan canangan Pemda Sumbar sejak pasca Orde Baru tentang Back To Surau…, kembali ke Mesjid. Terlaksananya kegiatan inipun tidak lepas dari salah satu ruh kekuatan masyarakat Minang, yaitu gotong royong. Hampir segenap masyarakat Jorong Merdeka ikut bahu membahu dalam mensukseskan acara ini. bukan hanya kaum muda remaja dengan tenaga dan pikirannya, tetapi ibu-ibu mengantarkan nasi, pisang goreng, jagung rebus serta teh dan kopi panas pada setiap kegiatan memberikan dorongan semangat persatuan dan kebersamaan ditengah ramainya sorak-sorai anak kampung. Bahkan dunsanak yg di rantaupun (perantau Ps Usang di Jakarta) ikut memberikan dukungan dengan mengirimkan iuran sumbangan.

Malam Resepsi ‘ba Singga Ayam’

Puncak acara dari seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan mengadakan Malam Resepsi yg berlangsung di Gedung Pertemuan Anak Nagari (dahulu Gedung Pertemuan Talamau). Berbagai kesenian daerah Minang ditampilkan oleh anak-anak kampung menghibur seluruh pengunjung. Acara berlangsung cukup meriah yg diselingi Lelang Singgang Ayam dalam rangka menggalang dana untuk kemajuan pemuda kampung. Malam resepsi penutupan perayaan HUT RI ke 63 di Jorong Merdeka ini patut dicatat dan dikenang oleh anak nagari, yg mana hanya Karang Taruna Jorong Merdekalah yg melaksanakan malam resepsi 17 Agustus 2008 di Kecamatan Talamau. Karena memang Pemerintahan Kecamatan Talamau tidak mengadakan malam resepsi untuk peringatan kemerdekaan yg hanya sekali setahun ini. Selain masyarakat Jorong Merdeka Ps. Usang, turut hadir pada acara malam resepsi ini Muspika Talamau, Kacabjari, Koramil, Kapolsek dan Sekcam Talamau mewakili Camat Talamau yg tidak dapat hadir. Hadir pula Lili Syukri (Anggota DPRD II Pasaman Barat) yg kebetulan berasal dari Jorong Merdeka, Ps Usang Talu.

Bagaimanapun, sukses kepada segenap Karang Taruna Jorong Merdeka yg telah bekerja keras dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan yg tinggi. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bahu membahu dalam rangka memberikan suatu arti tertentu terhadap tgl bersejarah bagi bangsa ini, yaitu hari merdeka. Hari merdeka di Jorong Merdeka. Semoga tahun-tahun berikut lebih meriah lagi. M E R D E K A !! [Red]

Reply