IKT Jakarta Targetkan 100 Siswa Bebas SPP

Jakarta [yrt] Setelah pada periode berjalan sekarang (Februari ~ Juni 2008) dapat menyantuni sebanyak 56 orang siswa, pada periode berikutnya, Juli ~ Desember 2008 (Semester I TA 08/09), Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) IKT Jakarta mencanangkan target 100 orang siswa. Hal ini dicetuskan dan disepakati pada acara pertemuan rutin 2 bulanan IKTJ, Talamau Duduak Basamo yang berlangsung di Cimanggis, Depok, Minggu (25/05 ) kemaren.

Seperti diketahui salah satu Unit Kegiatan dibawah Bidang SDM & Pengkajian Ikatan Keluarga Talamau Jabodetabek (IKT Jakarta) adalah Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA). GOTA sendiri adalah merupakan implementasi dari Program Dana Pendidikan Anak Nagari oleh IKT Jakarta. Sejak mulai direalisasikan pada Februari awal 2008, sampai saat ini GOTA IKTJ telah menyalurkan santunan Dana Pendidikan Anak Nagari sebesar Rp 5.600.000,-. Santunan tsb diberikan melalui GOTA dalam bentuk Beasiswa Pembayaran SPP setiap bulan kepada 56 orang siswa/i yg terdapat di 4 (empat) sekolah (SLTA/SLTP/Madrasyah/Aliyah) di Kec. Talamau. (lihat daftar siswa).

Mengingat respon masyarakat Talamau yg sangat menyambut baik gerakan ini, dan melihat kenyataan masih banyaknya siswa/i yg masih membutuhkan bantuan Beasiswa GOTA tsb, maka IKT Jakarta bertekad untuk mengupayakan meningkatkan jumlah siswa yg dapat disantuni pada periode berikutnya. Memperhatikan dukungan orang tua asuh (donatur) yg ada sekarang serta berdasarkan jumlah dana cadangan yg sudah tersedia untuk periode berikut, pengurus sangat optimis bahwa GOTA IKTJ Insya Allah dapat menyantuni sebanyak 100 orang siswa setiap bulan pada periode Juli ~ Desember 2008 (Smt I TA 08/09) mendatang. Agar ada upaya konkrit untuk mencapai jumlah tsb, maka pada acara Duduak Basamo kali ini dicanangkanlah Target 100 Siswa Bebas SPP.

Sebagaimana diungkapkan oleh Koord. GOTA IKTJ Bp Ir Reswandri Rustam, M.Sc pada pertemuan tsb, sampai Mei 2008 ini sudah terkumpul dana cadangan untuk periode berikut sebesar Rp 2.600.000,-. Dana cadangan ini berasal dari sumbangan donatur insidentil selama periode berjalan yg belum disalurkan. “Dari jumlah dana cadangan yg sudah ada dan melihat dukungan donatur yg sekarang, sebenarnya kita sudah sanggup membebas SPP 100 orang siswa untuk bulan pertama semester depan”, demikian disampaikan Pak Wen (panggilan akrab Bp Reswandri). Beliau melanjutkan,”berarti yg akan kita usahakan adalah memperoleh donatur/orang tua asuh untuk 5 bulan berikutnya bagi 100 orang siswa”.

Diskusi yg berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan tsb memang tidak sia-sia. Apalagi hidangan yg tersedia sungguh mengobati rindu selera ke kampung halaman, kopi tolu, obuih ubi, kacang obuih membuat diskusi makin semarak. Dengan semangat kebersamaan yg tinggi dan rasa cinta kampung halaman kental, pada saat itu juga langsung bermunculan pernyataan kesediaan untuk jadi donatur dari peserta yg hadir. Maka tiba-tiba sesi acara berubah menjadi registrasi yg berkomitmen ingin menjadi donatur tetap (sebagai orang tua asuh) untuk periode berikutnya. Bahkan diluar dugaan, beberapa anggota/pengurus yg berhalangan hadirpun langsung menyatakan kesediaannya waktu itu juga melalui hubungan telephone. Sungguh mengagumkan. Semoga semangat kebersamaan dan rasa persatuan seperti ini terus dapat ditingkatkan dalam hidup bersama di perantauan.

Hasil sementara pada pertemuan tsb, Alhamdulillah telah diperoleh orang tua asuh (donatur tetap) untuk menyantuni sebanyak 82 orang siswa selama 6 bulan berturut-turut terhitung mulai Juli 2008. Untuk mencapai target 100 orang siswa, berati masih dibutuhkan donatur (orang tua asuh) untuk 18 orang siswa lagi. Dengan waktu yg masih tersisa l.k satu bulan lagi, mudah-mudahan target 100 orang siswa bebas SPP semester depan dapat tercapai.

Ketua IKT Jakarta Bp Ir Asrinal Rajab menyampaikan rasa hormat dan terimakasih yg sebesar-besarnya atas dukungan dan sumbangsih semua anggota/simpatisan/donatur serta kerja keras pengurus dalam mensukseskan program GOTA ini. Melalui semua yg hadir, beliau juga menghimbau kepada sanak saudara warga IKTJ lainnya untuk sama-sama mendukung gerakan dana pendidikan anak nagari ini. “Semoga hal kecil yg dapat kita lakukan di nagari rantau menjadi solusi besar bagi sanak saudara kita di kampung halaman. Mari kita sukseskan Target 100 Siswa Bebas SPP di Talamau”, demikian Pak Asrinal.[yrt-makuncu]

Reply