Masyarakat Talu Rancang Plakat Sawah

(Kontribusi edy_musanif@yahoo.com.sg)

Digagas Oleh Tuanku Bosa XIV, Masyarakat Talu Rancang Plakat Sawah
Selasa, 12 Agustus 2008

Pasbar, [Singgalang]
Setelah sukses mendirikan Koperasi Syariah, kini masyarakat Talu, Kenagarian Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, tengah merancang program plakat sawah untuk menyepakati turun ke sawah serentak dan mengolah sawah dua sampai tiga kali setahun.

Digagas oleh Fadlan Maalip Tuanku Bosa XIV ini, program plakat sawah ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Bahkan para ninik mamak nagari tetangga, yakni nagari Sinuruik pun ikut menerima program ini dengan tangan terbuka dan camat juga mendukung sepenuhnya.

”Apabila plakat sawah ini berhasil dengan baik, Insya Allah program-program peningkatan ekonomi lainnya akan mudah dilaksanakan,” ujar Tuanku Bosa kepada Singgalang, kemarin.

Tuanku Bosa mengaku optimis program plakat sawah ini akan berhasil karena pada bulan Juni dan Juli semua sawah di Talu dan Sinuruik sedang ditanami padi meskipun dengan perbedaan umur yang besar. Ada yang baru ditanam, ada yang mulai panen.

Kemudian, adanya dukungan Dinas Pertanian berupa pemberian racun hama serentak, bantuan bibit untuk 50 persen lahan dan bantuan pupuk untuk kelompok tani yang ditunjuk sebagai sekolah lapangan. Semua bantuan akan disalurkan sesuai jadwal plakat sawah.

Seterusnya, sebagian besar petani sawah Talu dan Sinuruik telah merasakan pahitnya diserang hama. Berulangkali puso akibat turun ke sawah tidak serentak. Bahkan, pada tahun 2002, semua petani menyadari, turun ke sawah serentak adalah salah satu kunci kemudahan membasmi hama padi.

Di samping itu, pemerintah kabupaten Pasaman Barat juga telah menetapkan Talu atau kecamatan Talamau sebagai lumbung padi kabupaten dan Koperasi Syariah Talu bersedia menyediakan pupuk untuk plakat sawah.

Tidak hanya itu, para ulama dan da’i siap membantu sosialisasi plakat sawah dan para pemuda siap menyingsingkan lengan baju untuk membantu suksesnya plakat sawah.

Dikatakan Tuanku Bosa, ide melaksanakan program plakat sawah ini berawal dari keprihatinannya melihat nagari Talu yang namanya kian memudar.

Menurutnya, nagari Talu adalah satu dari tiga nagari di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat yang terletak di kaki Gunung Talamau, Ophir dan Pasaman. Letaknya jauh di lintas ekonomi sehingga Talu kurang mendapat perhatian. Dibanding dengan kota-kota kecil lainnya di Pasaman, Talu sudah tertinggal.

Tapi, kata Tuanku Bosa, jika dilihat ke belakang, Talu jauh lebih maju dari nagari-nagari lainnya. Beberapa indikator yang menggambarkan kemajuan tersebut adalah adanya rumah sakit dengan dokternya dan waterleiding di Talu pada tahun 20-an.

Pada awal kemerdekaan sampai tahun 80-an, berdiri sekolah-sekolah untuk memenuhi kebutuhan SDM yang mendesak. Talu menampung murid-murid dari seluruh kabupaten.

Sekarang, katanya lagi, kondisinya sudah jauh berbeda. Sudah sangat sedikit murid dari kecamatan lain. Warga Pasaman Barat jika mau ke Padang atau ke Bukittinggi tidak lagi melalui Talu sehingga lama-lama nama Talu tidak familiar lagi di telinga masyarakat Pasaman.

Di balik itu semua, yang sangat merisaukan adalah angka kemiskinan yang tinggi dibanding daerah lain. Beras miskin yang dialokasikan ke Talu selalu tidak mencukupi.

Meskipun demikian, masyarakat Talu belum mengolah sawahnya secara maksimal untuk peningkatan ekonominya. Kebun karet yang dulu sangat menunjang ekonomi tidak diremajakan sehingga tidak ekonomis lagi. Kebun kulit manis atau casiavera yang dulunya menjadi hiasan bukit Talu, sekarang hampir tidak kelihatan.

”Pemerintah, tokoh masyarakat di kampung dan di rantau sangat risau. Karena itu, berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan ekonomi Talu,” katanya.

Disebutkan, pasca penobatan dirinya sebagai Tuanku Bosa XIV bulan Juli 2007 lalu, telah pula didirikan Koperasi Syariah Talu. Kini, koperasi itu telah membina dan mengembangkan hampir seratusan industri rumahtangga seperti kacang, kerupuk, kopi dan lain-lain. ”Dalam usianya yang baru satu tahun, Alhamudillah, Koperasi Syariah Talu sudah mendapat akreditasi A di Kabupaten Pasaman Barat,” demikian Tuanku Bosa. [Singgalang]

Reply