Pasar Talu Dilalap Api

Talu menyala lagi !!! Sebuah kebakaran besar telah membumihanguskan puluhan ruko dan kios di Pasar Talu, Kec. Talamau, Kab. Pasaman Barat. Kebakaran tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 01.20 WIB dini hari tadi, Kamis (10/11). Sejauh ini belum diperoleh informasi yang jelas mengenai dari mana sumber dan apa penyebab kebakaran tsb.

Eddy Naro (47), salah satu sumber di Talu mengatakan bahwa deretan ruko yang berada di sisi kanan pasar, mulai dari RM Hidangan Keluarga yang ada di depan sampai ke belakang semuanya habis dilalap sijago merah. Demikian juga semua petak kios yang terdapat di jajaran kios bagonjong di bagian depan pasar, seluruhnya ludes menjadi puing dan debu. Bahkan bangunan Kantor Koramil dan Kantor Kejaksaan yang bersebelahan dengan ruko di sisi kanan pasar, juga habis di bakar api. Demikian juga rumah dinas Danramil yang terletak di belakang kantor Jaksa, juga tak luput dari amuk api yang menjalar begitu cepat. Mungkin ini adalah kebakaran yang terbesar yang pernah terjadi di Talu, paling tidak sejak 45 tahun terakhir.

Dikatakan pula, Bupati Pasaman Barat Drs Baharuddin yang beberapa saat kemudian sudah berada di lokasi kejadian, langsung meminta unit-unit Pemadam Kebakaran di sekitar Pasaman Barat untuk mengerahkan satuannya ke lokasi. Dikabarkan ada 4 unit mobil pemadam kebakaran yang sampai ke lokasi, 1 dari Sp Empat, 1 dari Kinali, 1 dari Ujung Gading dan 1 dari Lb. Sikaping. Namun jarak yang cukup jauh menjadi salah satu kendala upaya pemadaman api. Api baru padam secara keseluruhan sekitar pukul 05.00 subuh.

Menurut informasi dari pihak kecamatan, kerugian akibat musibah ini sementara ditaksir mencapai Rp 1.6 Milyar. Namun tidak ada laporan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini, kecuali 1 orang yang mengalami cedera patah tulang yang diduga akibat jatuh dari ketinggian ketika menyelamatkan diri.[yrt-01]

6 Comments

  1. Yolanda Reply
  2. Hasnelita Koto Reply
  3. Sjamsir Sjarif Reply
  4. IKT Jakarta Reply
  5. risa octriana Reply
  6. Mak Uncu Reply

Reply