Penobatan & Malewakan Tuanku Bosa XIV

Assalamualaikum wr.wb.

Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yg atas berkat dan rahmat-Nya proses penobatan dan malewakan Tuanku Bosa XIV telah terlaksana pada tanggal 22 Juli 2007/di Koto Dalam Talu. lebih kurang 4.500 tamu dan anak nagari mengikuti upacara tersebut. berarti lebih seperdua penduduk Nagari Talu. 

Prosesi Penobatan/Malewakan :

I. Persiapan Upacara Alek Gadang malewakan pucuak adat adalah alek anak nagari, secara adat masing-masing datuk dan pangulu sudah punya tugas masing-masing. Meskipun demikian tetap di bentuk panitia dengan menambah tenaga pelaksana. gotong royong merupakan kegiatan-kegiatan yang menjabarkan partisipasi seluruh anak nagari melaksanakan alek. kegiatan-kegiatan dalam menyonsonsong upacara telah di mulai 9 (sembilan) hari menjelang hari H, antara lain :

A. Maanta tanggal 13-15 Juli 2007

    Anak Nagari Talu di pimpin datuak atau pangulu masing-masing kampuang maanta keperluan bnaralek gadang di Koto Dalam. Hantaran adalah beras, kelapa, bumbu, sayuran, ayam dan kambing. Hnatran masing-masing kampuang berbeda sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hantaran diarak mulai dari kampung masing-masing menuju Koto Dalam di meriahkan canang, bansi, pupuik, biola dan gendang. Rombongan ada yg berjalan kaki ada yg menggunakan mobil berkonvoi. Semua hantaran di terima mamaktou Koto Dalam beserta panitia dalam upacara adat.

B. Manompi Bareh tanggal 16-17 Juli 2007

    Ibu-ibu mewakili hampir seluruh kampung berkumpul di Koto Dalam untuk membersihkan beras dengan manompi beramai-ramai, lebih kurang 40 oarng ibu-ibu menyelesaikan tugas dalam sehari. Beras sudah siap di masak.

C. Bagimba mulai tanggal 18-22 Juli 2007.

    Bagimba adalah acara-acara gembira berupa perlombaan-perlombaan dan kesenian selama 5 (lima) hari untuk memeriahkan acara upacara pada hari H. Perlombaan tarik tambang, layang-layang, dan pacu goni. Tarik tambang anak, umum dan ibu-ibu antar suku menggambarkan acara dalam /koridor  adat. Perlombaan layang-layang terbuka untuk umum.Mamanjek batang pinang setiap hari satu batang pinan. Tiap grup mewakili suku. kesenian terdiri dari ronggeng, rabab, saluang, bansi dan gambus setiap malam bergantian. Selama 5 hari ini kegiatan menjelang hari H, panitia dan tamu-tamu du jamu makan yang disebut juga Alek Randam.

D. Manjopuik

    a. Manjopuik dunsanak nan tigo, Daulaik Parik Batu, Tuanku Rajo Sontang, dan Rajo Bosa beserta dengan yg di pertuan Kinali tanggal 18-19 Juli 2007

    b. Manjopik Puti Sari Bulan, Puti Koto dalam yg berdomisili di Taluak Ambun tanggal 20 Juli 2007

    c. Manjopuik Andiko nan Onam Boleh beserta Bundi Kanduang tanggal 21 juli 2007

E. Ziarah ke makam Tuanku Bosa pada tanggal 20 Juli 2007

    a. Tuanku Bosa I di Pangka Sapek.

    b. Tuanku Bosa II di kuburan godang. Kuburan 7 tingkat, di atas  kuburan tumbuh pohon maronsi 7 cabang

    c. Tuanku Bosa XI – XII – XIII – di kuburan gidang kapunduang.

F. Sholat Jum'at di Masjid Godang di Padang Panjang pada tanggal 20 Juli 2007.

G. Arak-arakan pakaian kebesaran dari kediaman Tuanko Bosa ke Rumah Gadang tempat upacara penobatan tanggal 21 Juli 2007.

II.Prosesi Penobatan dan Malewakan tanggal 22 Juli 2007

Tamu-tamu yang berdatangan duduk menunggu di pangkal jembatan di kampuang Japang s/d pukul 09.30

A. Tamu memasuki  tempat upacara melalui jembatan"titian rajo" dengan prosesi : Dentuman bodia sitengga dan tabuah larangan, pangulu godang berikut bundo kanduan, dan silek galomban, dengan siriah di carano. mambari tau anak nan baduo Dt. Bandaro Sati dan Dt. Sati mengajak seluruh tamu memasuki tempat upacara melalui titian rajo dan medan nan bapaneh manuju balairung tempat upacara malewakan. Khusus Andiko nan anam lansung memasuki rumah gadang tempat upacara penobatan. Dalam iring-iringan yg padat tsb terlihat 2 payung kuning mamayungi 2 pucuak adat yg hadir, yaitu Rajo Sontang dari Cubadak dan Rajo Bosa dari Sundata.

B. Acara Penobatan.

Dimulai dengan pasombahan dari Mamak Tuo Koto Dalam kepada Bandaro bahwa persiapan sudah selesai, acara penobatan dapat di mulai. bandaro mengawali dengan pasombahan kepada hadirin dan tuanku Bosa, memaparkan upacara adat. menurut historis dan persiapan-persiapan telah rampung. Bandaro mempersilahkan Majo Sadeo menyiapkan pakaian kebesaran dan mempersilahkan Tuanku Bosa berdiri mengambil tempat. Upacara penobatan terdiri dari 4 kegiatan, yaitu :

    1. Pemakaian Baju kebesaran dan salempang oleh Majo Sadeo.

    2. Pemakaian Keris oleh Majo Endah.

    3. Pemakaian Saluak olaeh Sandaran Rajo dan

    4. Sambah dari Andiko , pangulu dan anak nagari di pimpin oleh Bandaro kepada Tuanku Bosa. Acara di akhiri dengan balasan sombah dari Tuanku Bosa. Setelah itu Andiko anam boleh dan pangulu keluar menuju balairung untuk bersama seluruh hadirin menunggu rombongan Tuanku Bosa.

C. Upacara Malewakan.

Tuanku Bosa bersama Bundo Kanduang, Puti Sari Bulan dan Mamak  Tuo menuju balairung tempat upacara  malewakan  dengan prosesi jongga jonggi, malintang Rajo, Penabuh Canang, di sonsong silek galombang. Setelh Tuanku Bosa dan rombongan duduk dipelaminan di dampingi seluruh andiko dan pangulu, acara malewakan dimulai. Acara dimulai dengan laporan panitia, pembacaan ayat syci Al-Quran dan pasambahan Sandaran Rajo atas nama Induak nan Barompek mempersilahkan Tuanku Bosa mambacokan pidato adaik. Tuanku Bosa membacakan pidato adaik yg berisi ikrar untuk memuliakan adat, meningkatkan akhlak dan budi pekerti serta rencana meningkatkan kesejahteraan anak nagari. Upacara di akhiri dengan pembacaan doa menutup seluruh rangkaian upacara yang di lanjutkan dengan makan beradat khusus tamu di balairung. Musik gambus menyemarakkan acara penutupan penobatan dan malewakan ini. Acara pawai keliling nagari Talu sore hari di batalkan karena hujan.

 

Reply