Rang Talu Duduak Basamo

gota-iktjSantuni 24 Siswa Yang Tidak Mampu

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh pengurus Ikatan Keluarga Talamau Jakarta (IKT Jakarta), belum lama ini;  sampai Oktober 2007, paling tidak tercatat 374 siswa yang tidak mampu atau dari keluarga tidak mampu. Jumlah ini mungkin lebih banyak lagi dikarenakan survei yang dilakukan hanya baru meliputi 6 sekolah di 3 kenagarian di Kecamatan Talamau (Talu – Sinurut –  Kajai), sebagaimana pernah dimuat sebelumnya di website RangTalu.Net (lihat 374 Siswa di Kec. Talamau Dilaporkan Tidak Mampu )Sehubungan dengan inilah, dalam acara “Rang Talu Duduak Basamo” di Sekretariat IKT Jakarta di Ruko Grand Ps.Minggu, hari Minggu siang, 13 Januari 08 lalu, disepakati bahwa IKT Jakarta harus peduli dan segera berbuat sesuatu, meski kecil tapi nyata. Maka pada kesempatan itu, pengurus IKT Jakarta beserta Dewan Penasehat dan anggota yang hadir sepakat dan memutuskan, akan melaksanakan suatu kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja Seksi Bidang SDM & Pengkajian yang ada di tubuh IKT Jakarta, yaitu berupa pemberian Bantuan Biaya Pendidikan bagi Siswa kurang dan atau tidak mampu di nagari Talu, Nagari Sinurut dan Nagari Kajai. Selanjutnya kegiatan ini disebut sebagai Gerakan Orang Tua Asuh IKT Jakarta disingkat dengan GOTA IKT-J.

Sebagai langkah awal untuk dapat mewujudkan rencana tsb, semua yang hadir pada kesempatan Duduak Basamo itu langsung mengumpulkan sumbangan secara spontanitas khusus untuk bantuan pendidikan tsb. Bak kecek urang awak …, “ kok manconcang iyo landasan juo konai dahulu”. Alhamdulillah, meskipun masih jauh dari yang dibutuhkan, paling tidak dari sumbangan yang terkumpul hari itu, IKT Jakarta sudah dapat menyantuni 24 orang Siswa/i dalam bentuk menanggung uang sekolah dan pembayaran rutin bulanan Siswa tingkta SLTA di Kec. Talamau. Untuk tahap awal ini (sesuai dengan dana yg ada), santunan untuk ke-24 orang Siswa tsb akan diberikan mulai bukan Februari 2008 sampai Juni 2008). Ke-24 orang Siswa tsb akan dibagi merata pada ketiga nagari Talu, Sinurut dan Kajai tsb.

 

“Karena dananya sudah tersedia untuk 24 siswa , maka kita segera akan  realisasikan, selambat-lambatnyanya bulan Pebruari ini. Teknisnya kita akan bekerjasama dan   berhubungan langsung dengan para kepala sekolah siswa yang bersangkutan”, tegas Ketua IKT Jakarta, Ir.Asrinal Rajab.”Ini baru permulaan sebagai tahap awal, dan kita tetap akan mengusahakan  terus agar santunan ini bisa menjangkau lebih banyak lagi Siswa yang membutuhkan dan semoga terus berkesinambungan”, demikian diperjelas oleh Ir. Reswandri Rustam, Koordinator GOTA IKT-J terpilih. Beliau juga menyampaikan harapanya serta himbauan kepada seluruh sanak saudara para perantau yang berasal dari atau punya keturunan dari Talu – Sinurut dan Kajai untuk sama-sama mendukung program ini dengan menitipka sebuah pantun :

Karatau madang diulu
Babuah babungo balun
Marantau buyuang dahulu
Di rumah paguno balun

”Nampak e kiniko lah banyak pulo parantau nan lah ’babungo lobek, babuah boneh’, lah banyak pulo parantau nan ’niaik e lah lopeh mukosuik e lah sampai’ pokok e lah sukses mahelo pukek, mambangkik batang tarandam”, demikian ia menyambung dengan bahaso Talu nya khas.

Adapun ke 24 siswa tidak mampu yang akan mendapat santunan biaya pendidikan itu akan diutamakan pada siswa tingkat SLTA pada sekolah Negri (SMA-SMK) dan SLTP/SLTA pada sekolah swasta (Madrasah/ Tsanawiyah – Aliya) di Kenagarian Talu, Sinurut dan Kajai.

Dalam acara Rang Talu Duduak Basamo tsb, yang dihadari oleh Pengurus, Dewan Penasehat dan Anggota IKT Jakarta, juga dilaksanan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Panitia Pelaksana Halal Bihalal IKT Jakarta 1428H/2007 yang lalu.

Diakhir laporannya, Derwan, Ketua Panitia, menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya pada seluruh Panitia yang telah bekerja keras dan dukungan serta sumbangsih semua pihak yang telah mengantarkan terlaksananya Halal Bihalal dimaksud dengan lancar dan sukses. “Atas segala kekurangan dan keterbatasan selama bekerja, kami atas nama panitia mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga Halal Bihalal IKT Jakarta tetap terlaksana pada tahun-tahun mendatang dengan acara yang lebih meriah dan lebih sukses”, demikian harapan Derwan mengakhiri laporannya.

 Hal-hal lain yang sempat mengemuka pada pertemuan tsb diantaranya adalah mengenai rencana untuk memberikan Santunan Orang Sakit dan Meninggal bagi warga Talu, Sinurut dan Kajai di Jabodetabek. Ada juga keinginan untuk dapat mengadakan sunatan massal gratis di kampung halaman. Yang pasti, semua yang hadir sepakat akan melaksanakan Talamau Duduak Basamo secara rutin 1 kali dalam 2 bulan. Diharapkan semua Pengurus dapat aktif menghadiri pertemuan-pertemuan tsb yang juga dapat di hadiri oleh para Dewan Penasehat serta segenap anggota IKT Jakarta. *** abetta

Reply