Talu "menyala" lagi

[Talu, YRT] Minggu dinihari (26/04/09), tepatnya jam 00:30, si jago merah kembali mengamuk di Talu. Kali ini api melalap habis sebanyak 8 buah rumah warga, seketika jadi rata dengan tanah dan setidaknya disebutkan 4 buah rumah linnya rusak-rusak. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, hanya satu orang disebutkan dalam keadaan sakit. Kebakaran dimaksud terjadi di Kp Japang, kenagarian Talu Kec. Talamau.


Dari salah satu sumber di Talu yg dapat di hubungi, mengatakan bahwa dugaan api berasal dari salah satu rumah yg ikut jadi korban, yaitu rumah bapak Ma’in. Namun api dengan cepat menjalar ke rumah berikutnya. Disebutkan pula bahwa kebetulan rumah warga disekitar tempat kejadian termasuk rapat dan rata-rata terbuat dari kayu serta usia bangunannya tergolong tua. Kondisi ini mempermudah dan lebih cepat nya api membesar. Warga terpaksa merusak beberapa rumah untuk melokalisir api agar tidak terus menjalar ke rumah-rumah yg lainnya. Satu unit mobil pemadam kebakaran yg datang dari Sp Empat (Pusat Kab. Pasaman Barat), tidak dapat berbuat banyak sebab saat mobil tsb sampai di lokasi api sudah mati karena memang rumah-rumah tsb sudah habis rata dengan tanah. Rumah-rumah yg hangus rata dengan tanah tsb di laporkan atas nama : Sari Nilam, Abd. Rahman, Seman, Ma’in (2bh rumah), Iin, Erni dan Suro. Sementara yg kondisinya rusak-rusak disebutkan atas nama : Ina, Ita, Mabe dan 1 posko pemuda.

Panitia Tanggap Darurat.

Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan warga sekitar, bersama Niniak Mamak dan Wali Nagari Talu telah terbentuk semacam team untuk membantu menangani dan mengkoordinir hal-hal yg dapat dilakukan dalam rangka membantu para korban. Team dimaksud disebut sebagai Panitia Tanggap Darurat musibah kebakaran Kp Japang, Talu yg penanggung jawabnya adalah Wali Nagari Talu beserta Niniak Mamak kampong sekitar. Panitia ini akan bekerja bersama-sama untuk membantu mengatasi hal-hal yg diperlukan korban selama masa darurat, diantaranya termasuk menampung dan menyalurkan bantuan-bantuan yg mulai berdatangan dari warga sekitar dan pihak-pihak lain yg bersimpati.

Setelah mengumpulkan data secara ringkas dan mempelajari keadaan akibatnya, panitia yg diketuai oleh Bp Masril (Kepala Jorong Pertemuan) telah membuat perkiraan kasar dan menaksir sementara total kerugian materil yg ditimbulkan kejadiaan ini l.k Rp 670 juta. Namun angka ini akan dipelajari lebih lanjut untuk mendapatkan taksiran yg lebih mendekati akurat.[contributor]

Reply