UN Sekolah Dasar di Talamau

{mosimage}Talu [yrt.net]. Hari ini, Selasa (13/05), seluruh Siswa tingkat SD secara serentak mulai mengikuti Ujian Nasional (UN) sampai tgl 15/05/08. UN yg baru pertamakali diberlakukan bagi tingkat Sekolah Dasar ini terdiri dari 3 (tiga) mata ujian yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Mengingat ramainya hiruk pikuk pro dan kontra mengenai pelaksanaan UN pada tingkat SLTP/SLTA di tanah air belakangan ini, [yrt.net] coba mencaritahu bagaimana perkembangan yg terjadi serta kesiapan sekolah dan siswa di Talu dan sekitarnya, sehubungan pelaksanaan UN tingkat SD ini.

Di Kec. Talamau sendiri pelaksanaan UN Tk SD dibagi atas 5(lima) kelompok penyelenggaraan. Pada masing-masing penyelenggara bergabung beberapa SD yg berdekatan dari kampung sekitar  Penyelenggara I ada di Kajai, menampung semua SD yg berada di wilayah Kajai dan Penyelenggara II di Simpang, untuk SD-SD disekitra Simpang Tibo Abu. Penyelanggara III adalah SDN 15 di Ps. Usang Talu, Penyelenggara IV SDN 06 Bangkok, Talu dan Penyelnggara V adalah SDN 05 Sinurut.

Menurut Ibu Fahrida Refeliyanti, salah seorang Kepala Sekolah yg dapat kami hubungi, pelaksanaan UN SD di Talu dan Talamau secara keseluruhan dapat dikatakan berjalan dengan lancar dan baik, sejak masa persiapan sampai dengan pelaksanaan hari ini. Sejauh ini belum ada terdengar ada pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat seputar UN SD ini. Dari SDN 07 Rumbai yg dipimpinnya, terdapat 27 orang siswa Kelas 6 yg mengikuti UN di kelompok Penyelenggara IV di SDN 06 Bangkok, Talu.

Ditanya lebih jauh mengenai kesiapan dan kesanggupan murid-muridnya dalam menghadapiUN, Ibu Yanti (demikian panggilan akrabnya) terlihat cukup optimis dan tidak ada terkesan gamang dari pembicaraannya. “Kami sudah melakukan persiapan-persiapan sejak jauh-jauh hari khusus untuk menghadapi UN ini. Diantaranya, latihan-latihan, belajar kelompok, sekolah sore termasuk beberapa Try Out (TO)”, katanya. ”Jika melihat hasil dua kali TO yg lalu, Inysa Allah anak-anak tidak terlalu kesulitan. Dan jika kita perhatikan hari pertama ini, yg mana mata ujiannya adalah Bahasa Indonesia, kelihatannya memang para murid tidak terlalu resah. Mari kita sama-sama berdo’a semoga ini adalah pertanda baik. Sayangnya kita tidak dapat segera mengetahui hasilnya karena pemeriksaan ujian dilakukan ditingkat Provinsi, di Padang”, demikian Ibu Yanti malanjutkan.

Pada waktu terpisah [yrt.net] juga berhasil menghubungi Ketua Penyelenggara IV yaitu Kepala SDN 06 Talamau, Ibu Lisda M, yg mengatakan bahwa dari laporan para pengawas ujian yg berlangsung hari ini memang tidak terlihat keresahan siswa selama menyelesaikan soal ujian. “Bahkan beberapa pengawas mengatakan sebagian besar siswa selesai lebih awal dari waktu yg ditentukan. Terlepas dari akurasi dan ketepatan dalam memberikan jawaban, paling tidak hal ini merupakan indikasi bahwa soal-soal tsb tidak terlalu asing bagi mereka”, demikian Ibu Lisda. Senada dengan Ibu Yanti, Ibu Lisda juga mengatakan bahwa persiapan demi persiapan memang sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Disekolah yg di pimpinya sendiri, SDN 06 Bangkok, sejak januari y.l sudah mulai melaksanakan sekolah sore bagi murid kelas 6. Sekolah sore ini khusus untuk mata ujian UN yg tiga itu. Metodenya bisa berupa tambahan materi, latihan soal dan diskusi. Selain itu, telah dilakukan pula dua kali TO (try out) yang soalnya dari Kabupaten (TO I) dan dari Provinsi (TO II). “Dari kedua Try Out tsb Alhamdulillah hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Semoga demikian pula hendaknya pada UN ini , syukur-syukur lebih bagus . . . “, demikian Ibu Lisda M.
 
Semoga bukan hanya harapan Ibu Yanti dan Ibu Lisda, tetapi juga jadi harapan kita semua. Dan pada waktunya menjadi kenyataan.[makuncu]

Reply