IKTS Simpang Empat Taragak Basuo

Sp Empat, [Rangtalu.Net]. Warga Talu, Sinurut, Kajai yang berdomisili di Kec. Pasaman (Sp Empat) sekitar menggelar acara silaturahmi yang diberi tajuk Taragak Basuo. Diluar dugaan (menurut salah satu sumber), lebih dari seribu orang memadati Gedung Yaptib Sp. Empat, ikut memeriahkan acara yang berlangsung pada Sabtu (13/11) yang lalu. Kegiatan ini di gagas dan diselenggarakan oleh IKTS (Ikatan Keluarga Talu Sinurut) Sp. Empat.

Beberapa tokoh masyarakat Talamau turut hadir dalam acara ini, termasuk diantaranya yang berdomisili di daerah lain di Sumatera Barat. Sebut saja Drs Yulrizal Bahrin (Ketua IKTS Kota Padang), Asrial Bahri SH Tuanku Nan Sati (salah satu mantan dosen Fak. Hukum Bung Hatta) yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua KAN Nagari Sinurut. Ada juga tuanku Bosa XIV, Pucuk Adat Nagari Talu dr Fadlan Maalip SKM. Selain itu tentu juga ada Drs Baharuddin R, MM, putra Nagari Sinurut yang sekarang menjabat sebagai Bupati Pasaman Barat.

Beberapa tokoh yang sempat berbicara pada kesempatan itu, sama-sama menyampaikan rasa syukur sekaligus dukungan atas terpilihnya putra Talamau Drs Baharuddin R, MM sebagai Bupati Pasaman Barat 2010-2015. Harapannya tentu semoga kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya, dapat diemban dengan baik demi kemaslahatan dan kemajuan Pasaman Barat secara keseluruhan, khususnya Talu Sinurut dan Kajai.

Selain itu, juga mengemuka perlunya kaderisasi calon-calon pemimpin lainnya dari putra-putri Talamau generasi selanjutnya. Tentunya ini perlu guna melanjutkan kepemimpinan Baharuddin selaku putra Talamau. Semoga saja kepemimpinan putra Talamau dimasa datang tidak hanya ditingkat kabupaten, tapi juga di tingkat provinsi bahkan nasional.

Drs Baharuddin R, MM sendiri, selaku Bupati Pasaman Barat menyampaikan beberapa rencana kerja pembangunan pemerintahannya kedepan. Khusus untuk wilayah Kec. Talamau, Baharuddin menyebutkan akan meneruskan pembangunan jalan Tonang Lb Sikaping yang sempat terhenti setelah masa baktinya sebagai bupati Pasaman berakhir ketika itu. Selain itu juga disebutkan akan membangun jalan Tombang. Diharapkan selesainya pembanganunan jalan tsb dapat memacu perekonomian masyarakat sekitarnya.

Untuk Pasaman Barat secara keseluruhan, Bupati menyebutkan bahwa untuk memacu pembangunan tiap-tiap nagari, pemerintah akan menganggarkan dana sebesar Rp 1 milyar per nagari. Disebutkan ini adalah pertama dan terbesar yang pernah dianggarkan untuk satu nagari.

Hal lain yang mengemuka pada pertemuan ini adalah semua hadirin sepakat akan membentuk IKTS Pasaman Barat. Nantinya IKTS Pasaman Barat ini akan mengkoordinir IKTS yang ada di kecamatan-kecamatan se Pasaman Barat, demikian ugkap Zulkifli, ketua panitia penyelenggara.

Semoga apa-apa yang telah dicetuskan dalampertemuan ini dapat terealisasi dengan baik dalam waktu dekat. Semoga pula apa-apoa yang telah diupayakan bersama akan menjadi kebaikan pula bagi semua pihak, khususnya bagi masyarakat Kec.Talamau.[yrt01]/Sumber : UcokTalu.

Tanggapan, Peluang Usaha dan Kebutuhan Modal

Membaca artikel kanda Dasriel yg bertajuk, perkenankan kami coba menanggapi sebahagian saja. Inysa Allah ada manfaat. Bahasannya menarik sekali dan saya coba merespon langsung pada wacana bantuan (atau pinjaman) modal usaha bagi dunsanak di kampung halaman, dalam hal ini Kec. Talamau (Talu – Sinurut – Kajai). Sebut saja sementara ini sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat.

Setuju dengan apa yg disampaikan Kanda Dasril pada bagian akhir tulisannya, khususnya tentang kata selektif & ketentuan. Kami jadi tertarik untuk membahas lebih lanjut hal-hal yg berhubungan dengan kedua kata tsb. dalam kaitan dengan adanya wacana utama yaitu menyalurkan bantuan/pinjaman modal usaha bagi masyarakat Talamau.

Perlunya bahasan lanjut tentang selektifitas dan ketentuan tsb adalah MENGINGAT : (1) Yang akan dikelola adalah sejumlah uang/dana yg pemiliknya adalah pribadi-pribadi yg hanya terikat oleh hubungan emosinal sosial dengan kampung halaman melalui IKTJ (jika memang program ini jadi dilaksanakan oleh IKTJ nantinya). Hal ini terkait dengan pertanggung jawaban tentang penyaluran dana tsb serta hasil yg dicapai. (2) Kemungkinan munculnya keinginan banyak pihak di kampung untuk memperoleh bantuan tsb ataupun semua pihak merasa berhak atas dana yg disalurkan dimaksud. Hal ini dapat menimbulkan masaalah baru ditengah-tengah masyarakat kita. (3) Perlunya mengetahui bahwa yg akan menerima pinjaman modal tsb adalah pihak yg benar-benar membutuhkan dan diyakini dapat dipercaya agar menggunakan dana dimaksud sesuai dengan tujuannya dan dengan penuh tanggung jawab. Hal ini sangat terkait dengan efektifitas program agar tepat guna dan tepat sasaran. (4) Banyaknya faktor2x hambatan (selain modal) terhadap berbagai jenis usaha atau pertanian/peternakan, bahkan termasuk yg di luar kemampuan manusia untuk mengantisipasi dan mengatasinya. Hal ini terkait dengan tingkat keberhasilan usaha (pertanian) tsb yg berpengaruh besar terhadap pengembalian modal serta pergiliran modal yg sama kepada pihak penerima bantuan berikutnya. Menyikapi hal-hal MENGINGAT di atas, maka tepat sekali jika harus ada proses selektifitas dalam segala hal. Baik dalam penentuan person yg menerima, jenis usaha (pertanian) yg akan dikelola serta lokasi usaha (pertanian) dimaksud, maupun dalam penetapan besar skala usaha yg dimasukan dalam program ini sehubungan dengan besarnya modal yg diperlukan dan besarnya dana bantuan yg tersedia. Untuk dapat melaksanakan selektifitas tsb tentu perlu ada acuan-acuan atau ketentuan agar semua proses berjalan dengan baik dan konsisten serta termonitor. Sebutlah hal ini sebagai aturan main. Atas pertimbangan itu semua, mungkin tidak berlebihan jika kami mengusulkan bahwa; jauh sebelum program tsb dinyatakan/disetujui untuk dilaksanakan, maka perlu adanya kajian-kajian (jika mungkin secara akademik) yang hasilnya merupakan semacam rekomendasi bahwa program tsb layak atau tidak/belum layak untuk dilaksanakan’. Pada tahap ini, menurut hemat saya sangat diperlukan hal-hal berikut : 1. Adanya kelompok kerja (team work) yg akan melakukan kajian, tinjauan baik secara langsung (mungkin kebetulan sedang pulang/berada di kampung) maupun melalui komunikasi jarak-jauh dngn pihak-pihak yg dianggap tepat, guna memperoleh data, informasi, kondisi aktual dsb. Tentunya setiap data tsb di cek silang (cross checked) satu sama lain agar lebih akurat. 2. Adanya kelompok kerja yg bertugas merumuskan ketentuan-ketentuan dan atau aturan-aturan sebagai acuan pelaksanaan program dimaksud. Ketentuan dan atau aturan tsb mencakup semua tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaa, evaluasi dan pelaporan serta bentuk pertanggungjawaban baik oleh penerima bantuan kepada IKTJ maupun IKTJ kepada pemilik dana/modal. Hal dapat juga dilakukan oleh team yg sama (no 1) atau oleh team lain yg terpisah. 3. Adanya kerjasama dengan pihak lain di Kec. Talamau (Pemda/LSM/Koperasi d.l.l) atau lembaga yg dibentuk oleh IKTJ sendiri sbg perwakilan dan hubungan kerjasama tsb di rumuskan dengan jelas tentang hak, kewajiban dan wewenang masing-masing pihak. 4. Adanya sosialisasi program dengan jelas ke lapangan, minimal terkait dengan tujuan (misi/visi), batasan, sasaran, metode penyaluran dsb. Sepintas barangkali terkesan agak rumit pandangan-pandangan tsb, namun demi kelancaran pelaksanaan nantinya, ketercapaian tujuan, minimalisasi masaalah dan hambatan serta kesinambungan (Inysa Allah dapat ditingkatkan), maka basakik-sakik dahulu jauh lebih baik. Banyak sekali pesan pepatah kita yg mengisyaratkan agar mamasak paretongan sabalun langkah ka di urak. Bia lah lambek asa salamaik pado bagogeh kaki tataruang…, bia lah sobuak as alai tabao dari pado banyak tapi tacicia…, “urang padang makan sipuluik pantang sakali nak mintak duo suok tagantuang dek kanai imbau lah ditimbang di patuik-patuik lah padek hati lah pokek kiro-kiro mako didayuang biduak ka pulau…” Sakitu nyoh ka jawek sombah dari kami. Sombah ba baliak ka pangkanyo, talewah pulo ka nan banyak…..[AL Miter]

MAN Kajai Terima Beasiswa GOTA IKTJ

Setelah sebelumnya diterima oleh beberapa siswa/i MAM Talu, SMK N 1 & SMA N 1 Talu (yang diserahkan pada tgl 12 Feb’08 y.l), pada hari Jumat 15 Feb ’08 kemaren giliran Madrasyah Aliyah Negeri Kajai yang menerima Dana Santunan Beasiswa Pendidikan dari IKT Jakarta, demikian dilaporkan oleh Koordinator Tim Relawan IKTJ di Talu, Bp Saptariadi M. Santunan dana pendidikan anak nagori ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan sosial IKT Jakarta (Ikatan Keluarga Talamau Jabodetabek) yang dikelola dalam program Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) IKTJ.

Pada periode Februari – Juni 2008 ini terdapat 12 orang Siswa MAN Kajai yang memperoleh beasiswa dimaksud. Dengan demikian, pada periode yang sama terdapat 56 orang Siswa/i di Kec. Talamau yang memperoleh bantuan beasiswa pendidikan GOTA IKTJ ini. Yang lainnya 16 orang di MAM Talu, 12 orang di SMK 1 Talu dan 16 orang di SMA 1 Talu. Beasiswa yang diberikan adalah berupa pembebasan Siswa/i dari pembayaran uang sekolah (SPP) setiap bulannya.

Dorong Prestasi Anak

Dihadiri oleh murid dan beberapa staf pengajarnya, Dana Santunan Beasiswa IKTJ diterima langsung oleh Kepala Sekolah MAN Kajai, Bpk Drs Darwin yang diserahkan oleh Koordinator Tim Relawan IKTJ (perwakilan IKTJ di Talu), Bpk Saptariadi M, didampingi oleh anggotanya Sdr. Ade Azhar & Sdr Ujang.

Drs Darwin menyampaikan bahwa pihak sekolahnya dan masyarakat sekitar sangat menyambut baik program beasiswa GOTA IKTJ ini serta ucapan terimakasih yang sbesar-besarnya kepada sanak saudara perantau Talamau di Jakarta sekitarnya. Selain dapat meringankan beban para orangtua wali murid yang tidak atau kurang mampu, hal ini juga merupakan dorongan yang sangat besar terhadap semangat belajar Siswa agar berprestasi lebih baik lagi.

“Bagi Siswa/i yang beruntung telah menerima beasiswa ini, haruslah menjadikannya sebagai pendorong semangat dan cambuk untuk terus meningkatkan prestasinya. Beasiswa yang kalian peroleh sekarang bisa saja lepas kembali pada semester berikutnya dan beralih kepada temanmu yang lain. Dan kepada anak-anak yang belum beruntung, berusahalah lebih giat lagi dan jangan lupa berdoa, siapa tahu ananda termasuk yang memperoleh beasiswa ini pada periode-periode berikutnya. Karena selain pertimbangan keadaan ekonomi, kita juga mempertimbangkan prestasi dan hasil belajar dari Siswa/i calon penerima beasiswa”, demikian Kep. Sek. MAN Kajai, Drs Darwin memotivasi anak didiknya dalam sambutan yang disampaikan pada acara penyerahan beasiswa tsb di salah satu ruangan sekolah MAN Kajai. [rangtalu.net-makuncu]