Ucok Talu Gagalkan Plakat Sawah ?

Belakangan ini warga Talu-Sinurut sedikit digemparkan oleh berita tentang Ucok Talu yang diketahui  sebagai  orang yang ikut menyukseskan Plakat Sawah Talu-Sinurut, tiba tiba berjualan Tikus di Pasar Baru Talu (Pasar Serikat-Kaghuntuang ciek tangguak duo-Tangguak cike kaguntuang duo-Tangguak duo kaghuntuang ghubuih-Tangguak ghompong kaghuntuang banyak-kaghuntuang duo tangguak ghompong ….ontah mano yang botua,ontah bilo bilo ka ponuah e.)

Berikut …
(lebih…)

Plakat Sawah

KESEPAKATAN NAGARI TALU DAN SINURUIK

KECAMATAN TALAMAU

Nagari Talu dan Nagari Sinurut adalah 2 dari 3 nagari di Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat.  Terletak dikaki gunung Talamau, Ophir dan Pasaman. Letak geografis Talu dipinggir timur Pasaman Barat, tidak terletak dilintas ekonomi , menyebabkan kurang mendapat perhatian. Dibanding dengan kota2 kecil lainnya di Pasaman, Talu sekarang ini sudah tertinggal. Padahal jika kita lihat kebelakang, Talu jauh lebih maju dari yang lainnya. Beberapa indikator yang menggambarkan kemajuan tersebut adalah adanya Rumah Sakit dengan dokternya dan waterleiding di Talu pada tahun 20-an. Pada awal kemerdekaan sampai tahun 80-an berdiri sekolah2 untuk memenuhi kebutuhan SDM yang mendesak.  Talu menampung murid2 dari seluruh kabupaten. Sekarang kondisinya sudah jauh berbeda. Sudah sangat sedikit murid dari kecamatan lain, Warga Pasaman barat jika mau ke Padang atau ke Bukittinggi tidak lagi melalui Talu. Lama2 nama Talu tidak familiar lagi ditelinga masyarakat Pasaman dan Pasaman Barat.

Dibalik semua itu, yang sangat merisaukan adalah angka kemiskinan yang tinggi dibanding daerah lain. Beras miskin yang dialokasikan ke Talu selalu tidak mencukupi.

Sementara itu masyarakat Talu belum mengolah sawahnya secara maksimal untuk peningkatan ekonominya. Kebun karet yang dulu sangat menunjang ekonomi masyarakat tidak diremajakan kembali sehingga tidak ekonomis lagi. Kebun kulit manis (casiavera) dulu menjadi hiasan bukit disekitar Talu, sekarang hampir tidak kelihatan . Pemerintah, tokoh masyarakat dikampung dan dirantau sangat risau dan berbagai uapaya dilakukan untuk meningkatkan ekonomi Talu, namun belum berhasil.

Memasuki pertengahan tahun 2008 sudah mulai terlihat tanda2 awal terjadinya perubahan di Talu, berupa kegiatan2 dan kesepakatan2 untuk membangun Talu. Diantaranya diawali dengan Penobatan Pucuak Adaik Nagari Talu bulan July 2007, dimana Tuanku Bosa XIV dalam pidato  adatnya mengajak anak Nagari Talu menyingsingkan lengan baju untuk membangun.

Koperasi Syariah Talu telah dapat membina dan mengembangkan hampir seratusan industri Rumah Tangga, kacang , kerupuk, kopi dll. Dalam usianya yg baru satu tahun, Koperasi Syariah sudah memperoleh akreditasi A di kabupaten Pasaman Barat. Dalam pertemuan sosialisasi pemberantasan hama tikus di kantor camat Talamau tgl 11 Mei 2008 y.l, Tuanku Bosa XIV mengajak niniak mamak Talu dan Sinuruik untuk merancang PLAKAT SAWAH untuk menyepakati turun kesawah serentak dan mengolah sawah 2 s/d 3 kali setahun. Gayuang basambuik-kato bajawek, niniak mamak Sinuruik setuju dan menerima dengan tangan terbuka. Camat dan dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Barat menyatakan akan membantu dan mendukung sepenuhnya.

Plakat sawah terdiri dari beberapa pasal antara lain:

<!–[if !supportLists]–>1.       <!–[endif]–>Musim tanam akhir tahun 2008 turun kesawah serentak bulan November.

<!–[if !supportLists]–>2.       <!–[endif]–>Sawah diolah minimal dua kali setahun.

<!–[if !supportLists]–>3.       <!–[endif]–>Semua petani harus bergabung dalam kelompok tani.

<!–[if !supportLists]–>4.       <!–[endif]–>Organisasi POK TANI sebagai pelaksana operasional Plakat sawah.

Camat beserta unsur muspika, Dinas Pertanian, Wali Nagari, Ketua KAN duduk dalam Tim intensifikasi sawah kecamatan. Tim intensifikasi sawah kecamatan adalam tim adhok bertindak sebagai pembina, fasilitator dan pengawas Kelompok Tani dalam melaksanakan Plakat sawah di Talu dan Sinuruik.

Anak nagari Talu dan Sinuruik optimis niat baik ini akan berhasil karena beberapa hal anatara lain :

<!–[if !supportLists]–>1.       <!–[endif]–>Pada bulan Juni dan Juli semua sawah di Talu dan Sinuruik sedang  dita

nami  padi meskipun dengan perbedaan umur yang besar. Ada   yang baru ditanam ada yang mulai panen

<!–[if !supportLists]–>2.       <!–[endif]–>Dukungan Dinas Pertanian berupa racun hama serentak, bantuan bibit

style=”font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial”>untuk 50% lahan dan bantuan pupuk untuk kelompok tani yang ditunjuk

sebagai Sekolah Lapangan  Juga menetapkan semua bantuan akan disalurkan   sesuai dengan jadwal Plakat Sawah.

                   3.   Sebagian besar petani sawah Talu dan Sinuruik telah merasakan pahitnya

diserang hama , berulang kali puso akibat turun kesawah tidak serentak.

Semua petani menyadari bahwa turun kesawah serentak adalah salah satu

kunci  kemudahan membasmi hama padi.

<!–[if !supportLists]–>4         <!–[endif]–>Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah menetapkan Talu atau keca

matan Talamau sebagai lumbung padi kabupaten.

<!–[if !supportLists]–>5.       <!–[endif]–>Koperasi Syariah Talu bersedia menyediakan pupuk untuk Plakat Sawah.

<!–[if !supportLists]–>6.       <!–[endif]–>Para ulama dan da’i siap membantu sosialisasi Plakat Sawah.

<!–[if !supportLists]–>7.       <!–[endif]–>Para pemuda siap menyingsingkan lengan baju untuk membantu suksesnya Plakat Sawah.

PARA NINIAK MAMAK MENGHARAPKAN PARTISIPASI ANAK NAGARI TALU DAN SINURUIK DIRANTAU DALAM BENTUK : PENEMPATAN DANA PADA  KOPERASI SYARIAH AGAR MAMPU MENYEDIAKAN PUPUK SESUAI KEBUTUHAN DAN ATAU FASILITAS2 LAIN YANG DAPAT MENUNJANG KEBERHASILAN PLAKAT SAWAH.

Penempatan dana pada koperasi dapat dalam 2 bentuk yaitu, sebagai simpanan sukarela

atau dengan membeli sertifikat yang dijual Koperasi  dengan  pembagian keuntungan sesuai dengan ketentuan2 syariah. Penjualan sertifikat dana sudah dianjurkan Dinas Perindagkop sejak awal tahun 2008 saat Koperasi Syariah Talu mendapat akreditasi A bersama 7 koperasi lainnya di Kabupaten Pasaman Barat.

Dengan tekad yang kuat dan kerjasama yang luhur dari seluruh komponen terkait serta seluruh anak nagari di ranah maupun dirantau, Insya Allah Plakat Sawah akan berhasil.

  • Apabila Plakat Sawah berhasil baik, Insya Allah program2 peningkatan ekonomi lainnya akan mudah dilaksanakan. Semoga.

(Sumber : KAN Nagari Talu, Oktober 2008)

Masyarakat Talu Rancang Plakat Sawah

(Kontribusi edy_musanif@yahoo.com.sg)

Digagas Oleh Tuanku Bosa XIV, Masyarakat Talu Rancang Plakat Sawah
Selasa, 12 Agustus 2008

Pasbar, [Singgalang]
Setelah sukses mendirikan Koperasi Syariah, kini masyarakat Talu, Kenagarian Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, tengah merancang program plakat sawah untuk menyepakati turun ke sawah serentak dan mengolah sawah dua sampai tiga kali setahun.

Digagas oleh Fadlan Maalip Tuanku Bosa XIV ini, program plakat sawah ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Bahkan para ninik mamak nagari tetangga, yakni nagari Sinuruik pun ikut menerima program ini dengan tangan terbuka dan camat juga mendukung sepenuhnya.

”Apabila plakat sawah ini berhasil dengan baik, Insya Allah program-program peningkatan ekonomi lainnya akan mudah dilaksanakan,” ujar Tuanku Bosa kepada Singgalang, kemarin.

Tuanku Bosa mengaku optimis program plakat sawah ini akan berhasil karena pada bulan Juni dan Juli semua sawah di Talu dan Sinuruik sedang ditanami padi meskipun dengan perbedaan umur yang besar. Ada yang baru ditanam, ada yang mulai panen.

Kemudian, adanya dukungan Dinas Pertanian berupa pemberian racun hama serentak, bantuan bibit untuk 50 persen lahan dan bantuan pupuk untuk kelompok tani yang ditunjuk sebagai sekolah lapangan. Semua bantuan akan disalurkan sesuai jadwal plakat sawah.

Seterusnya, sebagian besar petani sawah Talu dan Sinuruik telah merasakan pahitnya diserang hama. Berulangkali puso akibat turun ke sawah tidak serentak. Bahkan, pada tahun 2002, semua petani menyadari, turun ke sawah serentak adalah salah satu kunci kemudahan membasmi hama padi.

Di samping itu, pemerintah kabupaten Pasaman Barat juga telah menetapkan Talu atau kecamatan Talamau sebagai lumbung padi kabupaten dan Koperasi Syariah Talu bersedia menyediakan pupuk untuk plakat sawah.

Tidak hanya itu, para ulama dan da’i siap membantu sosialisasi plakat sawah dan para pemuda siap menyingsingkan lengan baju untuk membantu suksesnya plakat sawah.

Dikatakan Tuanku Bosa, ide melaksanakan program plakat sawah ini berawal dari keprihatinannya melihat nagari Talu yang namanya kian memudar.

Menurutnya, nagari Talu adalah satu dari tiga nagari di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat yang terletak di kaki Gunung Talamau, Ophir dan Pasaman. Letaknya jauh di lintas ekonomi sehingga Talu kurang mendapat perhatian. Dibanding dengan kota-kota kecil lainnya di Pasaman, Talu sudah tertinggal.

Tapi, kata Tuanku Bosa, jika dilihat ke belakang, Talu jauh lebih maju dari nagari-nagari lainnya. Beberapa indikator yang menggambarkan kemajuan tersebut adalah adanya rumah sakit dengan dokternya dan waterleiding di Talu pada tahun 20-an.

Pada awal kemerdekaan sampai tahun 80-an, berdiri sekolah-sekolah untuk memenuhi kebutuhan SDM yang mendesak. Talu menampung murid-murid dari seluruh kabupaten.

Sekarang, katanya lagi, kondisinya sudah jauh berbeda. Sudah sangat sedikit murid dari kecamatan lain. Warga Pasaman Barat jika mau ke Padang atau ke Bukittinggi tidak lagi melalui Talu sehingga lama-lama nama Talu tidak familiar lagi di telinga masyarakat Pasaman.

Di balik itu semua, yang sangat merisaukan adalah angka kemiskinan yang tinggi dibanding daerah lain. Beras miskin yang dialokasikan ke Talu selalu tidak mencukupi.

Meskipun demikian, masyarakat Talu belum mengolah sawahnya secara maksimal untuk peningkatan ekonominya. Kebun karet yang dulu sangat menunjang ekonomi tidak diremajakan sehingga tidak ekonomis lagi. Kebun kulit manis atau casiavera yang dulunya menjadi hiasan bukit Talu, sekarang hampir tidak kelihatan.

”Pemerintah, tokoh masyarakat di kampung dan di rantau sangat risau. Karena itu, berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan ekonomi Talu,” katanya.

Disebutkan, pasca penobatan dirinya sebagai Tuanku Bosa XIV bulan Juli 2007 lalu, telah pula didirikan Koperasi Syariah Talu. Kini, koperasi itu telah membina dan mengembangkan hampir seratusan industri rumahtangga seperti kacang, kerupuk, kopi dan lain-lain. ”Dalam usianya yang baru satu tahun, Alhamudillah, Koperasi Syariah Talu sudah mendapat akreditasi A di Kabupaten Pasaman Barat,” demikian Tuanku Bosa. [Singgalang]